Wednesday, September 14, 2016

Burangrang Mountain Race XV (BMR) 2015


Mencoba mengingat Race tahun lalu, tepatnya pada tanggal 7 juni 2015. Kala itu saya, Aziz dan Cees mengikuti lomba Burangrang Mountain Race XV sebagai satu team yang terdiri dari tiga orang. Lomba yang sudah ada sejak 40 tahun yang lalu ini diadakan oleh Jana Buana dan biasa disebut sebagai kebut gunung, setelah lima tahun absen akhirnya di tahun 2015 lomba ini bisa diselenggarakan kembali dan untuk tahun 2016 ini belum ada informasi lagi terkait dengan lomba tersebut. Lomba yang berjarak sekitar 24 km, menjadikan Gunung Burangrang diketinggian 2.064 mdpl sebagai puncak tertinggi yang harus dilewati para peserta. Event ini menjadi pengalaman baru buat saya karena merupakan lomba beregu pertama saya dan sebagai latihan untuk menghadapi event Mountain Rinjani Ultra.

Tepat pukul 4 pagi pintu rumah saya ada yang mengetuk, rupanya Arief sudah siap menjemput saya di pagi buta. saya langsung bergegas setelah berhasil mengakhiri petualangan di alam bawah sadar. Satu sentuhan berhasil membawa barang-barang saya yang tercecer untuk berkumpul didalam tas dan berpindah tempat kedalam mobil Tante Ojel yang sudah standby sejak beberapa menit yang lalu. Sebelum menuju lokasi, kami bertiga terlebih dahulu mengunjungi Mesjid Agung Cimahi untuk bersih-bersih dan sholat shubuh, maklum bekas berpetualang di alam bawah sadar masih menyisakan bekas di wajah..:)

Sekitar pukul 6 pagi kami akhirnya sampai di lokasi start, suasana sudah ramai dan banyak wajah-wajah familiar yang sudah siap sedia untuk berlomba. Lokasi start yang bertempat di Sekolah Polisi Negara (SPN) Cisarua dipenuhi dengan peserta berbagai kategori, kategori yang dilombakan diantaranya Tunggal, Beregu Putra dan Beregu Puteri. Yang berbeda adalah kategori tunggal, karena tidak ada tunggal putera atau tunggal puteri, kategori ini digabung menjadi satu gender.

Baraya yang meramaikan
Team Bandrex
Full Gear 'macan'
Start Race BMR XV, SPN Cisarua - Bandung Barat.

Tepat pukul 7 pagi peserta mulai berlomba menuju rute yang sudah disiapkan oleh panitia, tiap kategori dikasih jeda beberapa menit untuk memulai lomba. Yang pertama mulai adalah kategori tunggal, dilanjut kategori beregu puteri dan yang terakhir kategori beregu putera. Saya, Aziz dan Cees mulai berlari perlahan berbarengan, walaupun pada akhirnya kecepatan kami bertambah seiring dengan mempertahankan jarak dengan para peserta lain. Jarak 5 km pertama, rute berupa jalur aspal melewati perkampungan dengan dominan jalan datar, sesekali ada turunan dan tanjakan hingga km 4, 800 meter kemudian jalurnya akan menurun dan setelah itu peserta disuguhkan tanjakan tiada henti.

Cees mulai mengatur strategi sejak awal untuk nge-boom peserta lain, tetapi kadang saya ikut terpengaruh juga dan sesekali kecepatan tembus di pace 2:53 /km. Km 5 yang sudah menanjak, saya diberi cangkaleng (kolang-kaling) oleh Cees, terasa segar dan nikmat. Menuju km 6, rute mulai memasuki jalur pendakian Gunung Burangrang lewat pintu legok haji, disini tersedia water station berupa air mineral.

Jarak 2,7 km menuju puncak Gunung Burangrang adalah tanjakan curam, ascentnya (D+) adalah 800 meter, disini peserta akan melakukan power hike untuk mencapai puncak. Posisi pertama yang merupakan team atlet pangalengan sudah jauh didepan, tidak terlihat oleh kami bertiga. Kami berada diposisi 2 berbarengan dengan team hamster yang berada di posisi 3 dan ditambah aris seorang diri meninggalkan teamnya yang masih dibelakang.

Saya sangat menikmati tanjakan menuju puncak, race ini adalah salah satu race yang membuat saya nyaman menjajal tanjakan. Sampai puncak Gunung Burangrang saya dan Cees langsung meminta makanan kepada panitia yang ada di puncak, maklum kami kelaparan karena kami memang tidak membawa apa-apa untuk race ini. Total jarak hingga puncak Gunung Burangrang adalah 8,7 km dan setelahnya rute akan berupa turunan curam sejauh 4 km menuju km 12,7.

Sama halnya dengan tanjakan, trek turunan juga membuat saya nyaman, Aziz sedikit kesulitan karena sepatunya sedikit licin dan sesekali terjatuh. Medan di Gunung Burangrang berupa tanah padat, yang dititik tertentu berupa tanah licin dan berakar, jalur yang tertutup dedaunan juga membuat licin ketika turunan. Melewati turunan Gunung Burangrang kami bersama-sama ditambah dengan aris, mencoba lebih cepat untuk memperpendek jarak dengan yang didepan dan melebarkan jarak dengan yang dibelakang. Keluar dari jalur pendakian kami bertemu dengan check point untuk dilakukan pengecapan pada bib kami, sedangkan aris tidak bisa lanjut karena harus menunggu teamnya untuk melakukan check point. Pelari beregu harus melewati check point dalam keadaan satu team, untung kami dari awal memang berlari bersama-sama saling mensupport satu sama lain.

Track Log at Strava
Sisa rute hingga finish akan didominasi dengan jalanan aspal, karena rutenya memang jalan raya dan akan berakhir di Taman Plaza Kota Cimahi (Pemkot Cimahi). 4 km menuju km 16,7 rutenya sedikit menanjak dan datar dijalan raya dan sisa 7 km menuju km 24 akan didominasi oleh turunan sepanjang jalan raya. Di beberapa tempat peserta akan melewati check point, dan kolom check point yang ada dibelakang bib harus diisi penuh oleh peserta di pos-pos yang sudah ditentukan.

Di km 20an Aziz bermasalah dengan perutnya karena efek kurang tidur/bergadang sebelum lomba. Aziz dan saya merupakan satu tipe yang sering bergadang, sebelum lomba juga saya dan Aziz memang tidur larut malam, hanya saja alhamdulillah keadaan fisik saya tidak ada masalah dan bisa menikmati perlombaan. Sepanjang sisa perlombaan, saya dan Cees terus memberikan dorongan pada Aziz agar kita bertiga bisa cepat menyentuh garis finish dan menyelesaikan lomba. Perut Aziz yang bermasalah terus dicoba untuk dipaksakan, akhirnya Aziz minta teh manis untuk bisa membuatnya lebih baik, seketika itu Cees pergi ke warung untuk membeli teh manis botolan tanpa bayar alias nganjuk (berhutang-red), karena kita bertiga tidak ada yang bawa uang sama sekali. Dan sampai sekarang kami lupa warung mana yang sebelumnya sangat baik memberikan pinjaman berupa teh manis :D.

Akhirnya garis finish tinggal 1 km lagi dan kami melewati pasar tumpah sebelum memasuki area Pemkot Cimahi dengan bersemangat dan sedikit berteriak-teriak khas Cees saya..hahaha. Garis finish terlewati dengan bahagia dan kami menyelesaikannya di urutan kedua dengan catatan waktu 03:07:41. Aziz langsung memasuki tenda medis, saya dan Cees langsung disambut Tante Ojel yang sudah stanby di area garis finish.
Result Strava
Nongkrong Sebelum Pemberian Hadiah
Bersama Manager Team
Para Podium
Bonus Podium 2
Sebelum pemberian hadiah, kami disuguhkan oleh hiburan dan juga makan berat untuk mengisi kembali energi yang telah terbuang selama perlombaan. Secara garis besar perlombaan ini sangat bagus, perlombaan yang sudah ada sejak lama ini memang mengindikasikan bahwa Trail Run di Indonesia sudah ada dari sejak dulu, hanya saja dulu lebih sederhana dengan perlengkapan ala kadarnya, berbeda dengan sekarang yang sudah lebih populer dengan beragam perlengkapan yang lebih bervariasi. Dengan penaftaran yang murah, event ini bisa diselenggarakan dengan lebih mewah, Semoga Burangrang Mountain Race bisa diadakan kembali, kita tunggu aja kabar baik dari Jana Buana.

BMR XV 2015
Bandrex Juara

No comments:

Post a Comment